Bibirnya, seperti kelopak bunga mawar yang dihancurkan, memohon untuk dicium, seluar dalamnya, baru ditanggalkan, digenggam di penumbuk saya. Payudaranya, lembut dan pejal, memohon untuk dibekam, farajnya, berkilauan, mahu disuap. Kakinya, panjang dan langsing, memohon untuk dibelai, jantung, berdegup seperti gendang nafsu sudah menyala. Emosinya, berlari rusuhan Memohon cintaku, Zakarku, meluncur di dalam dirinya, sesuai seperti sarung tangan.
Badan kita, terjalin Mengemis tidak pernah lagi, Bersama, kita bercinta, berbaring di lantai.